Jumat, 31/10/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Konsumen Migrasi ke AC Hemat Energi

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Rabu, 14/07/2010 09:00 WIB - Rachmadhani Fitriastuti

Isu kenaikan Tarif Daftar Listrik (TDL) per 1 Juli lalu menjadi salah satu isu paling seksi selain pemberitaan tentang ledakan elpiji, video mesum, dan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan tentunya.
Kenaikan TDL yang mulai diberlakukan pemerintah per 1 Juli lalu ternyata tidak sampai berpengaruh pada omzet penjualan toko-toko elektronik. Buktinya masyarakat tetap berbondong-bondong membeli perlatan elektronik untuk melengkapi kebutuhan rumah tangganya.
Bahkan di sisi lain kenaikan TDL ini justru memberikan imbas cukup positif bagi retail produk elektronik di Kota Solo ini. Apa pasal? karena pascakenaikan TDL ini produk-produk elektronik hemat energi yang harganya lebih mahal dibanding produk biasa menjadi semakin banyak diburu. Hal ini tentu saja dapat menambah pundi-pundi omzet toko.
Hal ini seperti disampaikan Marketing toko Satelit Elektronik, Edi Susilo. Menurutnya perbedaan harga antara produk-produk elektronik hemat energi (low watt) dengan yang standar atau biasa mencapai Rp 400.000. Bahkan jika dibandingkan dengan yang sudah menggunakan teknologi inverter perbedaan harganya bisa sampai dua kali lipat.
“Contohnya saja AC biasa harganya sekitar Rp 2,5 juta lalu yang low watt berkisar Rp 2,9 juta, dan yang inverter mencapai Rp 3,5 juta sampai Rp 4,5 juta,” ujarnya kepada Joglosemar, Selasa (13/7).
Dengan teknologi inverter, secara konstan bisa menyesuaikan kecepatan putaran kompresor untuk menghasilkan performa optimal. Bila dibandingkan dengan AC konvensional tanpa inverter, proses ini menghasilkan pendingin lebih cepat dengan penggunaan listrik yang lebih hemat 30 persen-50 persen.
Mulai Meningkat
Edi menuturkan produk-produk hemat energi ini sudah mulai beredar di pasaran sejak tahun 2008 lalu. Tetapi pada saat itu belum banyak diminati konsumen karena perbedaan harga yang cukup besar. Namun setelah isu kenaikan TDL menghangat produk elektronik low watt ini kian diminati.
“Produk hemat energi ini sudah dikenal masyarakat sejak dulu cuma kebanyakan terus mundur tidak jadi beli karena tahu harganya lebih mahal. Tapi sekarang setelah ada kenaikan TDL perbedaan harga sudah tidak jadi masalah lagi, mereka lebih pilih investasi lebih besar tapi selanjutnya bayar listrik lebih murah,” terang Edi.
Menurut Edi produk hemat energi yang paling banyak dicari adalah air conditioner (AC). Seperti diketahui AC menjadi salah satu produk elektronik yang membutuhkan daya listrik besar untuk dapat beroperasi. Sebuah AC berukuran 1 PK (untuk ruangan seluas 5 meter x 5 meter) membutuhkan daya listrik hingga 800 watt. Dan apabila menggunakan AC low watt dapat mengemat listrik sekitar 20 persen sedangkan dengan AC inverter penghematan bisa sampai 70 persen.
Jika dalam satu hari Satelit Elektronik bisa menjual sampai 10 unit AC maka 70 persen di antaranya adalah AC hemat energi. Bandingkan dengan sebelum ada kenaikan TDL di mana penjualan AC hemat energi hanya berkisar 20 persen dari total penjualan.
“Kenaikan penjualan produk elektronik hemat energi ini sudah mulai terasa sejak ada isu kenaikan TDL dan semakin terasa lagi setelah TDL benar-benar naik. Tapi yang low watt masih lebih laris dibanding yang inverter soalnya harganya lebih terjangkau,” jelasnya.
Pendapat senada juga disampaikan Lily Ekawati, pemilik toko Mulia Elektronik (ME). Lily menuturkan meskipun harga produk elektronik hemat energi lebih mahal dibanding produk biasa, namun tetap banyak masyarakat yang memilih untuk beralih.
“Kalau untuk AC saja beda harganya bisa antara Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Tapi konsumen memang lebih memilih bayar lebih mahal di awal tapi selanjutnya bisa menghemat listrik sehingga rekeningnya tidak terlalu membengkak,” jelasnya.
Dalam sebulan kini Mulia Elektronik dapat menjual 50 sampai 100 unit AC dan lemari es hemat energi. Angka ini mengalami peningkatan 50 persen dibanding sebelum ada berita kenaikan TDL.      (Rachmadhani Fitriastuti)