Kamis, 30/10/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sering Gatal, Waspadai Radang Telinga Luar

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Jumat, 05/03/2010 09:00 WIB - Ikrob Didik Irawan

Gatal dan rasa penuh di telinga patut diwaspadai oleh setiap orang, sebab gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda terkena infeksi telinga luar atau yang disebut otitis externa. Penyakit ini merupakan infeksi atau radang yang disebabkan oleh goresan akibat benda atau air yang masuk ke saluran telinga.
Kondisi ini biasanya muncul akibat kebiasaan orang yang gemar mengorek liang telinga terlalu sering. Selain rasa gatal, penderita radang telinga luar biasanya juga merasakan sakit pada telinga saat mengunyah, kualitas pendengaran menurun dan nyeri saat tonjolan (akibat peradangan) di depan liang telinga ditekan atau saat daun telinga ditarik perlahan. Semuanya itu terjadi karena kondisi liang telinga menjadi sempit akibat peradangan.
Radang telinga sebenarnya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa. Namun jamur patogen aspergillius yang diikuti candida, merupakan faktor yang paling dominan penyebab yaitu 80 hingga 90 persen.
“Otitis externa dapat diartikan sebagai radang liang telinga akut maupun kronis. Proses radang dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, penyakit sistemik noninfeksi dan alergi. Penyakit ini merupakan masalah serius terutama pada penderita diabetes militus,” ujar dr Ratna Setyo Wigiyatni SpTHT, MSi, Med, spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS).
Bagi penderita diabetes militus yang terserang otitis eksterna akan mengalami penurunan kekebalan (immunocompromised) sehingga komplikasi sangat cepat terjadi di antaranya osteomyelitis (infeksi tulang dan sumsum). Hal ini karena daya tahan tubuh rendah sehingga mudah terinfeksi baik oleh bakteri maupun jamur.
Lapisan Serumen
Liang telinga diciptakan tidak terlalu lebar untuk mencegah benda asing masuk ke dalamnya. Selain itu pada sepertiga bagian luar liang telinga terdapat lapisan serumen (ear wax) yang menciptakan lingkungan asam di daerah itu sehingga bakteri tidak dapat hidup. Bila serumen ini menipis atau terdesak terlalu dalam, kondisi liang menjadi basa sehingga mudah lembab dan jamur pun tumbuh subur.
Secara anatomis telinga dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Area telinga tengah, meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Infeksi bisa terjadi di ketiga tempat ini, namun yang paling sering adalah telinga luar.
Radang telinga luar sering dihubungkan dengan maserasi (pelunakan) saluran kulit akibat gesekan dan hilangnya perlindungan lapisan lemak. Lapisan lemak sendiri pada serumen berfungsi sebagai hidrofobi yang mencegah penyerapan air ke kulit yang dapat menimbulkan maserasi.
Ratna menjelaskan, karakteristik gejala dari radang telinga luar adalah otalgia atau nyeri yang terjadi di dalam telinga, serta otorhea, yaitu pengeluaran cairan dari telinga. Otalgia dapat berawal dari rasa gatal sampai pada rasa nyeri yang hebat dan dapat diper
buruk dengan adanya gerakan pada telinga seperti mengunyah. Bahkan daun telinga penderita ketika disentuh pun merasa sakit. Pasien dapat mengeluh kehilangan pendengaran jika terjadi pembengkakan akibat peradangan yang menyumbat saluran telinga bagian luar.
“Pada pemeriksaan menggunakan otoskop, liang telinga (kanalis telinga) tampak eritema (memerah) dan edema (bengkak). Cairan berwarna kuning atau hijau dan berbau busuk. Pada infeksi jamur bahkan dapat terlihat spora hitam seperti rambut,” jelas dokter berjilbab ini.
Radang telinga ini sering dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang terjadi pada iklim-iklim sejuk dan kering. Sebab, kelembaban udara yang mempengaruhi pH pada telinga juga merupakan faktor penting pemicu terjadinya penyakit yang bisa menyerang semua usia. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik untuk meredakan infeksi serta kortikosteroid untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan.
atna menambahkan, untuk menyembuhkan penyakit ini terapi yang dilakukan perlu kesabaran baik dari pasien maupun dari dokter. “Pembersihan cairan telinga yang telaten oleh dokter, kemudian pasien minum obat yang telah diresepkan oleh dokter, diharapkan otitis eksterna dapat sembuh,” papar Ratna.
Sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari radang telinga luar, disarankan untuk menghindari kebiasaan mengorek telinga dan jangan berenang di kolam berair kotor. Sebab, bisa jadi masuk ke telinga dan terjadi infeksi yang menyebabkan peradangan. (Ikrob Didik Irawan)

Kondisi ini biasanya muncul akibat kebiasaan orang yang gemar mengorek liang telinga terlalu sering. Selain rasa gatal, penderita radang telinga luar biasanya juga merasakan sakit pada telinga saat mengunyah, kualitas pendengaran menurun dan nyeri saat tonjolan (akibat peradangan) di depan liang telinga ditekan atau saat daun telinga ditarik perlahan. Semuanya itu terjadi karena kondisi liang telinga menjadi sempit akibat peradangan.
Radang telinga sebenarnya disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa. Namun jamur patogen aspergillius yang diikuti candida, merupakan faktor yang paling dominan penyebab yaitu 80 hingga 90 persen.
“Otitis externa dapat diartikan sebagai radang liang telinga akut maupun kronis. Proses radang dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, penyakit sistemik noninfeksi dan alergi. Penyakit ini merupakan masalah serius terutama pada penderita diabetes militus,” ujar dr Ratna Setyo Wigiyatni SpTHT, MSi, Med, spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS).
Bagi penderita diabetes militus yang terserang otitis eksterna akan mengalami penurunan kekebalan (immunocompromised) sehingga komplikasi sangat cepat terjadi di antaranya osteomyelitis (infeksi tulang dan sumsum). Hal ini karena daya tahan tubuh rendah sehingga mudah terinfeksi baik oleh bakteri maupun jamur.
Lapisan Serumen
Liang telinga diciptakan tidak terlalu lebar untuk mencegah benda asing masuk ke dalamnya. Selain itu pada sepertiga bagian luar liang telinga terdapat lapisan serumen (ear wax) yang menciptakan lingkungan asam di daerah itu sehingga bakteri tidak dapat hidup. Bila serumen ini menipis atau terdesak terlalu dalam, kondisi liang menjadi basa sehingga mudah lembab dan jamur pun tumbuh subur.
Secara anatomis telinga dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Area telinga tengah, meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Infeksi bisa terjadi di ketiga tempat ini, namun yang paling sering adalah telinga luar.
Radang telinga luar sering dihubungkan dengan maserasi (pelunakan) saluran kulit akibat gesekan dan hilangnya perlindungan lapisan lemak. Lapisan lemak sendiri pada serumen berfungsi sebagai hidrofobi yang mencegah penyerapan air ke kulit yang dapat menimbulkan maserasi.
Ratna menjelaskan, karakteristik gejala dari radang telinga luar adalah otalgia atau nyeri yang terjadi di dalam telinga, serta otorhea, yaitu pengeluaran cairan dari telinga. Otalgia dapat berawal dari rasa gatal sampai pada rasa nyeri yang hebat dan dapat diper
buruk dengan adanya gerakan pada telinga seperti mengunyah. Bahkan daun telinga penderita ketika disentuh pun merasa sakit. Pasien dapat mengeluh kehilangan pendengaran jika terjadi pembengkakan akibat peradangan yang menyumbat saluran telinga bagian luar.
“Pada pemeriksaan menggunakan otoskop, liang telinga (kanalis telinga) tampak eritema (memerah) dan edema (bengkak). Cairan berwarna kuning atau hijau dan berbau busuk. Pada infeksi jamur bahkan dapat terlihat spora hitam seperti rambut,” jelas dokter berjilbab ini.
Radang telinga ini sering dijumpai pada daerah-daerah yang panas dan lembab dan jarang terjadi pada iklim-iklim sejuk dan kering. Sebab, kelembaban udara yang mempengaruhi pH pada telinga juga merupakan faktor penting pemicu terjadinya penyakit yang bisa menyerang semua usia. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik untuk meredakan infeksi serta kortikosteroid untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan.
atna menambahkan, untuk menyembuhkan penyakit ini terapi yang dilakukan perlu kesabaran baik dari pasien maupun dari dokter. “Pembersihan cairan telinga yang telaten oleh dokter, kemudian pasien minum obat yang telah diresepkan oleh dokter, diharapkan otitis eksterna dapat sembuh,” papar Ratna.
Sebagai langkah pencegahan agar terhindar dari radang telinga luar, disarankan untuk menghindari kebiasaan mengorek telinga dan jangan berenang di kolam berair kotor. Sebab, bisa jadi masuk ke telinga dan terjadi infeksi yang menyebabkan peradangan. (Ikrob Didik Irawan)