Kamis, 24/04/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Kenapa Bisa Terjadi Pemanasan Global?

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosem/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosem/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosem/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosem/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosem/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Minggu, 31/10/2010 09:00 WIB - lea/berbagai sumber

Cuaca yang gerah dan panas menyengat pasti sering adik-adik rasakan. Belum lagi, seringnya terjadi bencana alama yang ekstrem, mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun.
Semua fenomena alam itu disebabkan adanya pemanasan global. Ya, sebuah kondisi di mana suhu panas di bumi meningkat. Terus dampak lanjutannya seperti apa? Pengin tahu, kan? Kita ulas sedikit yuk…
Sebuah kelompok peneliti di bawah naungan PBB, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan, peningkatan suhu rata-rata global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia yang menghasilkan emisi gas rumah kaca dari industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik bahkan menggunaan listrik berlebihan. Suhu permukaan global akan meningkat 1.1°C hingga 6.4 °C antara tahun 1990 dan 2100.
Kenapa bisa demikian?  Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari. Sebagian besar energi berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan bumi, berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan bumi.
Sebagian dari panas ini berwujud radiasi inframerah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi. Akibatnya panas tersebut tersimpan di permukaan Bumi. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, bumi akan menjadi sangat dingin.
Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C, bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C dari temperaturnya semula. Jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi permukaan Bumi.
Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global. Kondisi ini membuat iklim mulai tidak stabil. Para ilmuwan memperkirakan, daerah belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan.  Ini disebabkan uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer.
Hal ini juga membuat  peningkatan permukaan laut. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm.
Sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai, berbagai jenis flora dan fauna pun hilang. Di Kepulauan Seribu diprediksikan  90-95 persen karang mati akibat naiknya suhu air laut.
Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Diperkirakan pada 2070 sekitar 800.000 rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18.000 pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut. Ngeri juga kan?
Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi ancaman pemanasan global penghematan energi listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghentikan penebangan dan pembakaran hutan. Atau menanami pohon di lingkungan sekitar. Tak harus muluk-muluk, yang penting kita berbuat untuk Bumi. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan berbuat? (lea/berbagai sumber)