Selasa, 02/09/2014

PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.joglosemar.co | email : harianjoglosemar@gmail.com

Kasus Seks Bebas di Wonogiri Tinggi

  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_validate() should be compatible with views_handler::options_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter::options_submit() should be compatible with views_handler::options_submit($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter.inc on line 607.
  • strict warning: Declaration of views_handler_filter_boolean_operator::value_validate() should be compatible with views_handler_filter::value_validate($form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/handlers/views_handler_filter_boolean_operator.inc on line 159.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_validate() should be compatible with views_plugin::options_validate(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.
  • strict warning: Declaration of views_plugin_row::options_submit() should be compatible with views_plugin::options_submit(&$form, &$form_state) in /home/joglosemar/public_html/sub_edisicetak/sites/all/modules/views/plugins/views_plugin_row.inc on line 134.

Senin, 26/04/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Free sex di kalangan remaja pelajar di Wonogiri sudah sangat memprihatinkan. Bahkan di satu kelurahan di Wonogiri Kota dalam beberapa bulan terakhir, terdapat lima pelajar SMA dan sederajat yang sampai menggugurkan kandungan karena belum siap menjadi seorang ibu.
Hal itu diungkapkan oleh Endang Maria, Ketua Aliansi Peduli Perempuan Kabupaten Wonogiri, yang juga anggota E DPRD Provinsi Jateng. Dikatakan, perlakuan terhadap masalah sosial itu memang gampang-gampang susah. Derasnya budaya barat tak diimbangi dengan pendidikan moral di sekolah.
“Bahkan dari pihak keluarga pelajar pun kini banyak yang cenderung pasif terhadap anak sehingga anak tidak berani mengutarakan apa yang diinginkannya,”  ujar, Sabtu (24/4).
Menurutnya, kini persoalan tersebut sudah menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Tak cukup hanya keluarga.  Dinas Pendidikan misalnya, mestinya kompetensinya harus diselaraskan dengan nilai budaya pembentuk karakter bangsa. Dinas Kesehatan dan BKKBN bisa saja memberikan pengetahuan seks sejak SMP.
Masih dilihatnya persoalan seks sebagai hal yang tabu justru membuat remaja masa kini semakin bertanya-tanya apa yang sebenarnya dimaksud hubungan seks itu. Karena hanya sebatas ingin tahu tanpa tahu akibat selanjutnya, mereka cenderung mencari jawaban sendiri. (son)